Showing posts with label Film Agama. Show all posts
Showing posts with label Film Agama. Show all posts

Thursday, February 3, 2011

The Message - The Story of Islam



Sinopsis The Message:
Sebagaimana judulnya film "The Message" menceritakan sejarah perjalanan Muhammad SAW yang secara garis besarnya sbb :

Muhammad SAW menerima wahyu digua Hira dan setelah itu baliau berusaha mengingatkan kaum Quraisy. Namun yang diperoleh Muhammad SAW jutru ejekan, hinaan dan terror serta siksaan kepada beberapa pengikut beliau yang jumlahnya baru hanya puluhan.

Terror semakin hari semakin menegangkan sehingga akhirnya Muhammad SAW diperintahkan Allah SWT untuk HIJRAH ke Madinah. Sesampainya di Madinah Muhammad SAW disambut oleh masyarakat Madinah dan dibuat rumah & tempat Ibadah dan dikenalah saat itu pemanggilan umat melalui Adzan.

Semakin hari umat Islam semakin berkembang di Madinah, namun disisi lain dikota Mekah jutsru sebaliknya banyak provokasi dan ejekan serta fitnah dilakukan kaum Quraisy atas diri Muhammad khususnya oleh Abu Sofyan yang sangat membenci Muhammad SAW.

Selanjutnya Allah SWT memerintahkan Muhammad SAW untuk menyerang Mekah (dikenal dengan Perang Badar) supaya tidak terjadi Fitnah lagi dengan hasil kemenangan yang gemilang dipihak kaum Muslim.
Muslim archers positioned on a hill during the Battle of Uhud, as depicted in Moustapha Akkad's 1976 film "<i><a href="http://reference.findtarget.com/search/Mohammad, Messenger of God (film)/" class="wiki">The Message</a></i>."

Sebagai tindak balasan kaum Quraisy menyerang kaum Muslim (dikenal dengan Perang Uhud) dengan hasil kemenangan dipihak kaum Quraisy yang saat itu Abu Sofyan menyatakan keadaan sudah 1 : 1 perang Badar sudah dibayar dengan perang Uhud yang kemudian di lanjutkan dengan perjanjian perdamaian. Dalam kondisi perdamaian, ternyata banyak kaum Quraisy yang tergugah dan dibuka pintu hatinya oleh Allah SWT termasuk Abu Sofyan sendiri & keluarganya masuk Islam.




Akhirnya datanglah waktunya perintah Allah SWT kepada Muhammad SAW untuk kembali ke Mekah untuk melakukan Ibadah Haji sekaligus mengambil alih Ka'bah dan mengembalikannya menjadi Rumah Allah SWT ( Baitullah).

Dengan di iringi oleh ratusan ribu umat Islam, Muhammad SAW datang ke Mekah dan disambut oleh penduduk Mekah dengan rasa ketakutan dan terjadilah pengambil alihan Ka'bah. Semua berhala dikeluarkan, dikumpulkan, dibakar sedang yang terbuat dari Emas dikumpulkan untuk dizakatkan kembali kepada rakyat. Inilah awal mulanya ibadah Haji dilakukan oleh kaum Muslimin.

Sejak saat itu Islam semakin berkembang dan mendobrak hati setiap manusia dibumi Mekah dan Madinah serta merobah akhlak dan pola hidup jahiliyah yang mereka anut sebelumnya.
Ketepatan filem ini telah disahkan sendiri oleh ahli sarjana dan sejarah Islam Universiti Al-Azhar, Kaherah, dan Kongres Islam Tertinggi Syiah di Lubnan (menurut Wikipedia).


Friday, September 24, 2010

Traitor DvdRip

film tentang perjuangan seorang Muslim sejati yang justru menganggap bahwa organisasi-organisasi teroris timur tengah tersebutlah yang merupakan musuh sesungguhnya dari Islam karna Islam tidak mengajarkan untuk menyakiti dan membunuh sesama.. Organisasi Teroris tsb lah yg justru membuat Islam dicap buruk oleh dunia dan di identikkan dengan terorisme..

Tapi dalam aksinya dia justru harus masuk ke dalam organisasi tersebut dan membantu operasi mereka melakukan pengeboman di beberapa negara, dan pada akhirnya dia berhasil membunuh pimpinan organisasi teroris tersebut..tapi ingat..film ini tetap buatan amerika..jadi semua terpulang pada anda gimana menilainya..

Indowebster


Monday, September 6, 2010

Kisah Hidup Syekh Abdul Qadir Jaelani


Biografi Syaikh Abdul Qadir Al Jailani termuat dalam kitab Adz Dzail 'Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali. Tetapi, buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Kelahirannya
Syaikh Abdul Qadir Al Jailani adalah seorang 'alim di Baghdad yang lahir pada tahun 490/471 H di kota Jailan atau disebut juga Kailan. Sehingga di akhir nama beliau ditambahkan kata Al Jailani atau Al Kailani atau juga Al Jiliy.

Pendidikannya
Pada usia yang masih muda beliau telah merantau ke Baghdad dan meninggalkan tanah kelahirannya. Di sana beliau belajar kepada beberapa orang ulama seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthath, Abul Husein Al Farra' dan juga Abu Sa'ad Al Mukharrimi sehingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama.

Pemahamannya
Beliau seorang Imam bermadzhab Hambali. Menjadi guru besar madzhab ini pada masa hidup beliau. Beliau adalah seorang alim yang beraqidah ahlus sunnah mengikuti jalan Salafush Shalih. Dikenal banyak memiliki karamah-karamah. Tetapi banyak pula orang yang membuat-buat kedustaan atas nama beliau. Kedustaan itu baik berupa kisah-kisah, perkataan-perkataan, ajaran-ajaran, "thariqah" yang berbeda dengan jalan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, para sahabatnya dan lainnya.

Syaikh Abdul Qadir Al Jailani menyatakan dalam kitabnya, Al Ghunyah, "Dia (Allah) di arah atas, berada di atas 'ArsyNya, meliputi seluruh kerajaanNya. IlmuNya meliputi segala sesuatu. "Kemudian beliau menyebutkan ayat-ayat dan hadits-hadits, lalu berkata, "Sepantasnya menetapkan sifat istiwa' (Allah berada di atas 'ArsyNya) tanpa takwil (menyimpangkan kepada makna lain). Dan hal itu merupakan istiwa' dzat Allah di atas 'Arsy.

Dakwahnya
Suatu ketika Abu Sa'ad Al Mukharrimi membangun sekolah kecil di sebuah daerah yang bernama Babul Azaj dan pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada Syaikh Abdul Qadir. Beliau mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim di sana sambil memeberikan nasehat kepada orang-orang yang ada di sana, sampai beliau meninggal dunia di daerah tersebut.

Banyak sudah orang yang bertaubat demi mendengar nasihat beliau. Banyak orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang ke sekolah beliau. Sehingga sekolah ini tidak kuat menampungnya. Maka diadakan perluasan.

Imam Adz Dzahabi dalam menyebutkan biografi Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dalam Siyar A'lamin Nubala, menukilkan perkataan Syaikh sebagai berikut, "Lebih dari lima ratus orang masuk Islam lewat tanganku, dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat."

Murid-murid beliau banyak yang menjadi ulama terkenal, seperti Al Hafidz Abdul Ghani yang menyusun Umdatul Ahkam Fi Kalami Khairil Anam. Ibnu Qudamah penyusun kitab fiqh terkenal Al Mughni.

Wafatnya
Beliau Wafat pada hari Sabtu malam, setelah maghrib, pada tanggal 9 Rabi'ul Akhir tahun 561 H di daerah Babul Azaj.

Pendapat ulama
Ketika ditanya tentang Syaikh Abdul Qadir Al jailani, Ibnu Qudamah menjawab, "Kami sempat berjumpa dengan beliau di akhir masa kehidupannya. Beliau menempatkan kami di sekolahnya. Beliau sangat perhatian kepada kami. Kadang beliau mengutus putra beliau Yahya untuk menyalakan lampu buat kami. Terkadang beliau juga mengirimkan makanan buat kami. Beliau senantiasa menjadi imam dalam shalat fardhu."

Ibnu Rajab di antaranya mengatakan, "Syaikh Abdul Qadir Al Jailani adalah seorang yang diagungkan pada masanya. Diagungkan oleh banyak para syaikh, baik ulama dan para ahli zuhud. Beliau memiliki banyak keutamaan dan karamah. Tetapi ada seorang yang bernama Al Muqri' Abul Hasan Asy Syathnufi Al Mishri (orang Mesir) mengumpulkan kisah-kisah dan keutamaan-keutamaan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dalam tiga jilid kitab. Dia telah menulis perkara-perkara yang aneh dan besar (kebohongannya). Cukuplah seorang itu dikatakan berdusta, jika dia menceritakan segala yang dia dengar. Aku telah melihat sebagian kitab ini, tetapi hatiku tidak tenteram untuk meriwayatkan apa yang ada di dalamnya, kecuali kisah-kisah yang telah masyhur dan terkenal dari kitab selain ini. Karena kitab ini banyak berisi riwayat dari orang-orang yang tidak dikenal. Juga terdapat perkara-perkara yang jauh (dari agama dan akal), kesesatan-kesesatan, dakwaan-dakwaan dan perkataan yang batil tidak terbatas. Semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syaikh Abdul Qadir Al Jailani. Kemudian aku dapatkan bahwa Al Kamal Ja'far al Adfawi telah menyebutkan bahwa Asy Syathnufi sendiri tertuduh berdusta atas kisah-kisah yang diriwayatkannya dalam kitab ini."

Ibnu Rajab juga berkata, "Syaikh Abdul Qadir Al Jailani memiliki pendapat yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma'rifat yang sesuai dengan sunnah. Beliau memiliki kitab Al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq, kitab yang terkenal. Beliau juga mempunyai kitab Futuhul Ghaib. Murid-muridnya mengumpulkan perkara-perkara yang banyak berkaitan dengan nasehat dari majelis-majelis beliau. Dalam masalah-masalah sifat, takdir dan lainnya, ia berpegang pada sunnah. "

Imam Adz Dzahabi mengatakan, "intinya Syaikh Abdul Qadir Al Jailani memiliki kedudukan yang agung. Tetapi terdapat kritikan-kritikan terhadap sebagian perkataannya, dan Allah menjanjikan (ampunan atas kesalahan-kesalahan orang-orang beriman). Namun sebagian perkataannya merupakan kedustaan atas nama beliau." (Syiar XX/451).

Imam Adz Dzahabi juga berkata, "Tidak ada seorangpun para ulama besar yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisah hikayat, selain Syaikh Abdul Qadir Al Jailani, dan banyak di antara riwayat-riwayat itu yang tidak benar bahkan ada yang mustahil terjadi."

Syaikh Rabi' bin Hadi Al Makhdali berkata dalam kitabnya, Al Haddul Fashil, hal.136, "Aku telah mendapatkan aqidah beliau (Syaikh Abdul Qadir Al Jailani) di dalam kitabnya yang bernama Al Ghunyah. Maka aku mengetahui dia sebagai seorang Salafi. Beliau menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj salaf. Beliau juga membantah kelompok-kelompok Syi'ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya dengan manhaj Salaf.


Kisah Nabi Muhammad SAW


Ini adalah film dokumenter tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW. Film napak tilas dimana Nabi Muhammad lahir, menikah, menerima wahyu pertama, dan meninggal. Menampilkan gambar lokasi-lokasi penting pada saat Nabi Muhammad masih hidup, seperti tempat pertamakali diterimanya wahyu, ka'bah, masjid2 tempat sholat Nabi Muhammad, musium tempat menyimpan barang-barang Nabi dan sahabatnya. Dan lain-lain yang dinarasikan secara jelas tentang bagaimana kisah Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya.
 
Narasi dalam bahasa Indonesia

Saturday, September 4, 2010

Film Muhammad The Last Prophet


Sinopsis:
Lebih dari 14 abad yang lalu, kota Mekkah penuh dengan perjudian, mabuk-mabukan, takhayul, perbudakan, penganiayaan terhadap kaum wanita dan kerakusan. Ka'bah yang suci dipenuhi patung tuhan-tuhan pujaan mereka. Ribuan peziarah datang untuk sembahyang. Kaum Qurais sebagai penguasa Mekkah, mendapat keuntungan namun tidak peduli dengan kesejahteraan para peziarah Arab itu.

Melihat keadaan yang suram itu, Muhammad mengasingkan diri ke sebuah gua di atas kota Mekkah untuk berdoa. Berbagai peristiwa terjadi di dalam gua yang mengubah sejarah umat manusia. Malaikat Jibril muncul di hadapan Muhammad dan tugas kenabiannya pun dimulai. Muhammad harus memulihkan penduduk Mekkah agar kembali ke agama yang murni sesuai ajaran Ibrahim yang hanya percaya pada satu Tuhan.

Pertama kali Muhammad berkhotbah hanya di lingkungan pribadinya. Kata-katanya dicatat dan dikumpulkan sebagai kitab suci Al Qur'an. Khotbahnya meresap di hati dan mengubah kehidupan masyarakat di mana saja. Kabar angin tentang ajaran agamanya terdengar ke seluruh kota. Kaum Qurais mulai cemas. Ketika Muhammad mengumumkan kenabiannya kepada warga Mekkah, kaum Qurais mengintimidasinya. Tetapi umat Muslim yang yakin kepadanya, tidak takut. Pengaruhnya yang sangat kuat membuat Bilal, Hamzah dan Abu Bakar menjadi pengikutnya.


Tahun-tahun berikutnya,kaum Qurais melakukan boikot terhadap pengikut Muhammad. Bahkan mereka merencanakan untuk membunuh Muhammad waktu sedang tidur. Berkat perlindungan Tuhan dan sahabat-sahabatnya, Nabi mengungsi ke Medinah dan diterima oleh umat muslim yang tumbuh dengan pesat. Di Medinah pula dibangun mesjid pertama sehingga umat agama baru itu dapat bersembahyang dengan damai.

Kaum Qurais lalu menyerang dalam Perang Badar di mana 300 umat muslim yang dipimpin Muhammad berhasil mengalahkan penyerang dari Mekkah yang memiliki persenjataan tiga kali lipat. Dalam Perang Uhud, pengikut Muhammad mengabaikan perintahnya sehingga mengalami kekalahan. Lalu untuk menangkis serangan berikutnya, Muhammad memimpin penggalian parit pertahanan di sekeliling Medinah, dan berkat pertolongan Tuhan pasukan Mekkah dapat dikalahkan.

Tanpa menggunakan kekuatan, umat Muslim kembali ke Mekkah dengan penuh kedamaian. Mereka melakukan pembersihan di Ka'bah dan menyingkirkan berhala-berhala yang dulu dipuja oleh penduduk yang belum mengenal Islam. Dari Mekkah pesan dan wahyu Islam menyebar ke seluruh dunia.